Kenapa Ya Air Hujan Rasanya Asin?

27 Dec 2014

Nchie HanieMenatap lurus ke depan, membayangkan apa yang akan terjadi nanti. Baik buruk adalah resiko karena telah kau pilih jalan hidupmu. Jalan berlubang, naik , turun tetap harus kau lewati. Terkadang menemukan hal yang baru samping kiri, kanan merasuk ke dalam jiwa mengisi kekosongan sudut ruang hati.

Tahukah, jika dalamnya hati tak bisa terbaca, namun terlihat dari bola mata, lirikan, tatapan , bahasa tubuh memberikan isyarat. Bahwa, kini..ada yang melanda jiwamu. Tak perlu diucapkan, mungkin lelah hati dan pikiran akan membuat diam seribu bahasa.

Di dalam remang, menyusuri jalan berlubang. Ditemani tetesan air hujan menerpa wajah sendunya, berusaha menikmati betapa indahnya hidup ini. Hembusan angin menerpa, senyum simpul. Berbicara dengan diri sendiri, berbisik, “adakah yang mengganjal dalam dirimu?”

Tak usah ragu,khawatir dengan apa yang akan terjadi nanti. Meredam hati, memberikan keleluasaan dalam pikiran untuk tersenyum meski kegundahan melanda. Membayangkan, merasakan apa yang terjadi.

Tak terasa, rintik air hujan begitu hangat menembus dingin di pipi. Tak ingin berpaling, menatap lurus ke depan. Berhenti sejenak, menyembunyikan rasa. Membiarkan bibir merasakan, “Kenapa ya, air hujan rasanya asin?”

Cukup, air hujan asin menerpa saat itu, tak perlu kau ceritakan pada dunia. Mari menari dengan angan-angan dipayungi langit hitam. Membasahi..meredam jiwa yang bergejolak.
Tahukah, rintik air hujan membuat sendu, rindu.


TAGS


-

Author

Follow Me